Nganjuk, 18 Juni 2024 – Dalam upaya membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan teknologi mutakhir, sekelompok mahasiswa STAIZ berpartisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Nasional yang diselenggarakan oleh LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) dengan tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Bisnis dan Akademik”. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menyelami lebih dalam peran dan potensi AI dalam kehidupan akademik dan dunia usaha modern.

Workshop ini menghadirkan para pakar teknologi, akademisi, serta pelaku bisnis digital yang telah memanfaatkan AI dalam berbagai lini usaha. Para peserta diajak untuk memahami dasar-dasar AI, penerapannya dalam dunia riset, penyusunan karya ilmiah, manajemen data, hingga bagaimana AI mampu membantu membangun strategi pemasaran dan efisiensi bisnis.

Mahasiswa STAIZ yang hadir tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi turut aktif dalam sesi tanya jawab, simulasi penggunaan tools berbasis AI, dan studi kasus implementasi AI dalam dunia pendidikan Islam. Mereka mendapatkan pengalaman langsung bagaimana AI bukan sekadar tren teknologi, tapi juga alat bantu produktif yang mampu meningkatkan efektivitas belajar, menulis, hingga merancang ide bisnis inovatif.

Kegiatan ini juga membuka mata mahasiswa tentang pentingnya literasi digital di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Dalam suasana diskusi yang interaktif, peserta diajak tidak hanya menguasai AI secara teknis, tetapi juga memahami etika penggunaannya, khususnya dalam konteks akademik yang menjunjung tinggi orisinalitas dan tanggung jawab ilmiah.

Dengan mengikuti workshop ini, mahasiswa STAIZ tidak hanya pulang dengan pengetahuan baru, tetapi juga dengan semangat baru untuk berinovasi, beradaptasi, dan menjadi bagian dari generasi muda Islam yang mampu menjawab tantangan digital dengan wawasan dan etika.

Keikutsertaan dalam workshop LPTNU ini sejalan dengan visi STAIZ dalam mencetak lulusan yang unggul dalam ilmu, berakhlak dalam praktik, dan adaptif terhadap teknologi. Melalui kegiatan seperti ini, kampus mendorong mahasiswa untuk menjembatani nilai-nilai Islam dengan kemajuan zaman, menjadikan AI bukan sebagai ancaman, melainkan peluang yang perlu disambut dengan kesiapan dan kesadaran.