Talkshow Hari Santri Nasional adalah sebuah acara yang penting untuk memperingati dan menghargai peran serta santri dalam kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan di Indonesia. Melalui talkshow ini, kita dapat menyoroti berbagai kontribusi positif yang telah dilakukan oleh santri dalam membentuk karakter bangsa, memelihara nilai-nilai keislaman, serta mempromosikan perdamaian dan harmoni antarumat beragama. Para narasumber dalam talkshow ini, yang mungkin terdiri dari tokoh agama, pendidikan, dan tokoh masyarakat yang berasal dari lingkungan santri, akan berbagi pengalaman, visi, dan upaya mereka dalam memajukan peran santri sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Dengan demikian, talkshow Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan apresiasi terhadap peran santri, tetapi juga sebagai wadah untuk merayakan warisan budaya dan intelektual yang telah mereka perjuangkan demi kemajuan bangsa.

Bertepatan tanggal 25 Oktober 2023 di Kampus STAI KH ZAINUDDIN Mojosari atau lebih tepatnya BEM STAIZ mengagendakan sebuah acara TalkShow HSN 2023 yang menghadirkan narasumber Agus Abdullah Faqih Almarzuqi dengan menyampaikan materi yang berjudul “Peran Santri dalam menghadapi Era Digitalisasi dan Teknologi AI” Dan Agus Ahmad Fatih Alfaiz Binashrillah, Lc. dengan menyampaikan materi yang berjudul “Mahasiswa Millenial berkarakter Santri”.

Materi pertama disampaikan oleh Agus Abdullah Faqih Almarzuqi dengan menyampaikan materi tentang “Peran Santri dalam menghadapi Era Digitalisasi dan Teknologi AI”. Pesantren didefinisikan sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang mempunyai kekhasan tersendiri dan berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Pendidikan di pesantren meliputi pendidikan Islam, dakwah, pengembangan kemasyarakatan dan pendidikan lainnya yang sejenis. Para peserta didik pada pesantren disebut santri yang umumnya menetap di pesantren. Tempat dimana para santri menetap, di lingkungan pesantren, disebut dengan istilah pondok. Lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok, di mana sosok kyai sebagai figur sentral, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan sang kyai yang diikuti para santri sebagai kegiatan utamanya.

Existen varios factores que pueden contribuir a problemas de salud sexual en los hombres, y uno de ellos es la ansiedad. Sorprendentemente, algunos hombres pueden optar por buscar soluciones alternativas cuando enfrentan dificultades, lo que los lleva a considerar opciones como ” para tratar sus síntomas. Es fundamental entender que cada caso es único y que siempre es recomendable consultar a un profesional de la salud para obtener el tratamiento adecuado.

Santri adalah para murid yang belajar pengetahuan keislaman dari kyai. Ada juga yang mengartikan santri sebagai orang yang sedang dan pernah mengenyam pendidikan agama di pondok pesantren, menggali informasi-informasi ilmu agama dari seorang kyai (pengasuh) selama berada di asrama atau di pondok. Terdapat dua jenis santri yang belajar di pesantren di antaranya yaitu santri mukim serta santri kalong. Santri mukim yaitu anak-anak yang berasal dari daerah jauh dan menetap dalam kelompok pesantren. Sedangkan Santri kalong yaitu anak-anak yang berasal dari daerah dekat pondok pesantren atau biasanya mereka kepesantren hanya untuk menimba ilmu saja dan tidak menetap dalam kelompok pesantren.

“Sebagai seorang santri, tentu hal tersebut dapat menjadi suatu tantangan tersendiri. Di era digital saat ini, santri tak cukup apabila hanya dibekali dengan ilmu agama saja. Akan tetapi, perlu dibarengi dengan pengetahuan teknologi demi menghadapi kemajuan teknologi. Maka dari itu, santri seharusnya tidak hanya dibekali dengan pengetahuan tentang aqidah, akhlak, dan ibadah. Namun, perlu juga dibekali dengan ilmu pengetahuan umum sehingga diharapkan nantinya dapat menghasilkan santri yang selalu mengikuti perkembangan teknologi agar dapat terlibat dalam menjaga persatuan dan kesatuan.” Kata Agus Abdullah Faqih Almarzuqi

Selanjutnya dilanjutkan materi kedua yang disampaikan oleh Agus Ahmad Fatih Alfaiz Binashrillah, Lc. dengan menyampaikan materi yang berjudul “Mahasiswa Millenial berkarakter Santri”. Mahasiswa adalah orang yang menuntut ilmu di perguruan tinggi Negeri maupun swasta. Mahasiswa merupakan calon pemimpin (potential leaders) generasi masa depan. Mahasiswa perlu merubah mindset lebih baik, jiwa, kepribadian dan sosial serta kesehatan mental kuat. Seorang mahasiswa bisa mengatasi masalah-masalah sulit, selalu menanamkan positif thinking pada dirinya dan orang lain. Tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan dan hambatan yang menerpa serta tidak mudah mengeluh pada keadaan dirinya.

“Kedudukan mahasiswa memiliki posisi teristimewa di masyarakat terutama perannya menjadi agen perubahan (agent of change) dalam berbgai bidang. Ciri khas mahasiswa adalah berfikir kritis dan berfikir analisa sebelum melangkah. Meskipun hard skill atau nilai akademik unggul, melainkan soft skill lebih penting dalam sosialisasi, kolaborasi, dan komunikasi serta berkontribusi nyata.” kata gus Ahmad Fatih Alfaiz Binashrillah, Lc.

Memikul gelar sebagai mahasiswa adalah kebanggaan tersendiri sekaligus menjadi sebuah tantangan. Dalam ekspektasi dan pertanggung jawaban yang dipikul seorang mahasiswa sangat besar. Mahasiswa merupakan dinamisator perubahan masyarakat menuju perkembangan dan perubahan (agent of change) lebih baik, memberikan solusi setiap masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan Negara. Mengenai masalah etika diatas menemukan titik terang bahwa etika merupakan dasar penilaian manusia manusia terhadap moralitas. Keberadaan etika berimplikasi pada penilaian benar atau tidaknya suatu tidakan atau perbuatan masyarakat. Namun etika tidak menghukumi suatu tindakan bermakna benar atau bermakna salah. Melainkan, etika hanya menyediakan dasardasar penilaian yang akan digunakan oleh moralitas untuk membenarkan atau menyalahkan suatu tindakan. Santri adalah siswa atau mahasiswa yang terdidik, terpelajar, dan penggerak serta melanjutkan perjuangan ulama. Santri merupakan gelar kemuliaan, kehormatan, kebanggaan sebab orang memperoleh gelar Santri bukan karena sebagai pelajar/ mahasiswa melainkan memiliki akhlak atau budi pekerti yang tidak miliki orang awam pada umumnya.

Mahasiswa yang Santri atau Santri yang Mahasiswa , mengusahakan semua mahasiswa harus mengamalkan dan mempertahankan amaliyah-amaliyah serta ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari. “Kuliah oke, nyantri oke, prestasi oke, bermartabat”

Acara yang terakhir yaitu ditutup dengan pembacaan doa, dilanjut dengan pemberian apresiasi atau pemberian hadiah kepada peserta lomba orasi yang diadakan pada 22 oktober setelah upacara hari santri kemarin, dan dilanjut dengan foto bersama antara audiens dan panitia dengan narasumber.