
06 juli 2024 – Dalam rangka menyambut datangnya bulan Muharom 1446 H, STAIZ turut berpartisipasi dalam kegiatan rukyatul hilal. Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam penentuan awal bulan Muharom 1446H bertempat di di bukit Banjarsari, Blitar.
Kegiatan rukyatul hilal ini dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Falakiyah Blitar, yang terdiri dari para ahli ilmu falak, praktisi hisab rukyat, serta sejumlah tokoh ormas keagamaan. Tim ini secara rutin melakukan pemantauan hilal pada akhir bulan Hijriyah.
STAIZ mengirimkan delegasi mahasiswa dan dosen dari bidang studi yang relevan, khususnya dari Prodi HKI (Hukum Keluarga Islam) dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta pasif, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi lapangan dalam memahami proses ilmiah dan syar’i penentuan awal bulan qamariyah.
Proses Observasi: Perpaduan Sains dan Syariah
Rukyatul hilal dilakukan di salah satu titik strategis di kawasan selatan Blitar yang memiliki visibilitas tinggi terhadap ufuk barat. Tim mempersiapkan berbagai alat optik seperti teleskop, theodolite, hingga kamera digital beresolusi tinggi untuk mendukung keakuratan observasi.
Sebelum proses rukyat dilakukan, seluruh peserta mengikuti pembekalan teori mengenai posisi hilal, kriteria imkanur rukyah, serta metode hisab kontemporer. Diskusi ini memberikan pemahaman teknis kepada mahasiswa tentang bagaimana ilmu falak dipraktikkan secara langsung di lapangan.
Saat matahari terbenam, seluruh tim mulai mengarahkan alat ke posisi hilal sesuai koordinat yang telah dihitung. Suasana penuh khidmat dan fokus menyelimuti seluruh peserta. Meski pengamatan berlangsung dalam waktu terbatas, kegiatan ini menjadi pengalaman spiritual dan ilmiah yang sangat berharga.

Meneguhkan Peran Akademisi dalam Penentuan Kalender Hijriyah
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan literasi astronomi Islam bagi mahasiswa. Dengan langsung terjun ke lapangan, mereka menyaksikan bahwa ilmu falak bukan sekadar teori, melainkan alat penting dalam kehidupan ibadah umat Islam.
STAIZ berkomitmen untuk terus mendorong integrasi antara ilmu dan pengabdian. Melalui kolaborasi seperti ini, mahasiswa tidak hanya paham secara fikih, tetapi juga menguasai aspek teknis dan metodologi ilmiah dalam menentukan waktu-waktu penting ibadah.
Kegiatan rukyatul hilal ini ditutup dengan doa bersama dan refleksi ilmiah. Para peserta menyampaikan kesan mendalam, bahwa ilmu falak bukan hanya ilmu langit, tapi juga ilmu yang menghubungkan manusia dengan waktu, alam, dan ketundukan kepada Allah SWT.
